0
Alkisah di sebuah hutan belantara yang lebat dan jarang di datangi manusia. Hidup lah seekor singa sebagai raja rimba di sana.

Raja Rimba dengan kekuatan memerintah hutan dengan segala kesewenang-wenangannya. 

Ia merasa tidak ada satupun hewan lain yang dapat mengalahkan dirinya. Hingga ia melakukan apapun yang dia suka tanpa perduli hewan lain sebagai rakyatnya.

Hingga pada suatu hari...

Hikayat Seekor Singa dan Tikus

Seekor Tikus dengan riang gembira, berjalan bersenang--senang sambil bernyanyi riang, berjalan-jalan mengelilingi hutan. 

Hingga pada suatu ketika: Duk.. terbentur lah dirinya menumbuk sesuatu. Tikus melihat apakah gerangan yyang di tumbuknya. Ternyata yang di tumbuknya adalah seekor Singa Sang raja hutan.

Seekor Singa yang menjadi raja di hutan rimba ini. Seekor Singa yang dengan kekuatan dan kekuasaan nya. meresahkan rakyatnya sendiri. 

GRrrrr..grr.. Singa pun mengaum dengan suara menggelegar. 

Tikus ini pun merasa ketakutan yang amat sangat, sambil gemetar tubuhnya dia berkata: "Mmmaaaff.. Baginda. Ham.. hamm..hamba tidak sengaja menumbuk baginda". 

"Hamba benar-benar minta maaf. Hamba berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi". cemas Tikus berkata.

"Hrr.. Sang Raja Hutan menggeram. "Untung saja nasibmu baik hari ini, Tikus". 

"Aku masih kenyang, dan badanmu sangat kecil. Seandainya saja aku lapar dan badanmu cukup besar, maka aku akan langsung menerkammu", ujar Singa. 

"Cepat pergi sana, sebelum pikiranku berubah". Raja Rimba berkata.

Dengan rasa takut yang tidak sedikit pun berkurang, Tikus berkata masih dengan nada gemetar. "TTerima kasih.. baginda" Tikus pun berlari pergi dengan kencangnya meninggalkan Singa yang masih berbaring santai.

Beberapa waktu kemudian, ketika Tikus sedang berjalan-jalan menikmati keindahan hutan seperti biasanya. Ia mendengar... raungan suara Singa yang menggelegar. 

Semua hewan takut mendengarnya. Semua lari masuk ke dalam hutan. Hanya Tikus yang berani mendatangi sumber suara di mana raungan itu datang.

Ketika di lihatnya, di sana Singa Sang Raja Rimba, yang dulu pernah mengampuni jiwanya berada di dalam sebuah perangkat, yang rupanya di buat oleh manusia. Sedikit demi sedikit tikus pun mendekat. 

Ketika mendengar suara -langkah, Singa pun membuka matanya. Ketika di lihatnya ada seekor Tikus yang di kenalinya dulu pernah di ampuni jiwanya. Singa berkata dengan suara lirih dengan wajah yang sendu : 

"Wahai Tikus, tolong bantu aku, tolong keluarkan aku dari perangkap buatan manusia ini. Maka aku akan berterima kasih padamu". 

Tikus menjawab: "Wahai baginda, tidak dapatkah Baginda dengan tubuh yang besar, tenaga yang kuat, melepaskan diri dari perangkap ini". 

Singa berkata: "Tikus.., aku telah mencobanya dari tadi, ternyata perangkap buatan manusia ini sangat kuat sekali, sehingga aku tidak dapat melepaskan diri dari perangkap ini". " Tolong , bantu aku". Raja Rimba berkata kembali.

Tikus berkata: "Wahai Baginda, bagaimana aku dapat membantumu? Sedangkan engkau yang lebih besar dan kuat saja tidak mampu meloloskan diri dari jeratan perangkap ini". 

Singa berkata lagi: "Wahai Tikus, tolong bantu aku. Gunakan apapun cara yang dapat engkau lakukan untuk menolong ku. Maka aku akan melindungi mu". 

Tikus menjawab: "Tidakkah nanti setelah Baginda dapat keluar dari jeratan perangkap ini, baginda akan menerkamku, bukan kah saat ini pasti baginda merasakan lapar?". 

Singa berkata dengan nada sendu :"Tidak, Tikus. Aku minta maaf kepadamu dan seluruh penghuni hutan ini. Mulai hari aku akan berubah, Aku akan berubah menjadi lebih baik. Sama sekali aku tidak akan memangsa dirimu".

Tikus berkata: "Baiklah Baginda, aku akan mencoba untuk menolongmu keluar dari perangkap ini". 

Dengan gigi-gigi runcingnya Tikus menggigigit-gigit tali temali yang menahan tubuh Singa Sang Raja Hutan di dalamnya. 

Perlahan sedikit demi sedikit tali yang menjerat Raja Rimba pun putus. Akhirnya Sang Raja Hutan pun berhasil bebas dari perangkap itu dengan bantuan Tikus.

Dengan berkaca-kaca, Singa pun keluar dari perangkap yang mengurung tubuhnya dan berkata kepada Tikus : "Wahai Tikus.., seandainya tidak ada engkau, mungkin aku tidak akan ada lagi di rimba ini". "Aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya padamu". "

"Mulai hari ini aku berjanji, aku tidak akan lagi melakukan ha-hal yang merugikan rakyatku di Hutan ini". "Dan untukmu, aku akan menjaga dan membelamu sampai akhir hidupku".

Akhirnya kehidupan di Hutan itu menjadi tentram dan damai. Dengan pemimpin yang baik, pemimpin yang mengayomi rakyatnya. 

Melindungi dan bekerja untuk kesejahteraan bersama. Tikus dan Singa pun akhirnya menjadi sahabat. Saling berbagi suka dan duka bersama makhluk hutan lainnya. END

Hikmah Cerita Singa dan Tikus


Hikmah dari cerita singa dan Tikus ini cukup banyak. Di antaranya adalah jangan sewenang-wenang sekalipun kamu terlihat hebat, punya kekuasaan.

Yang kecil belum tentu tidak berguna. Boleh jadi suatu saat yang kecil akan membantu di saat tertentu. Kamu akan butuh bantuannya. Berbuat baiklah kepada siapa saja.

Bekerja sama akan saling berguna, bermanfaat bagi sesama. Alih-alih bermusuhan, bersahabat akan lebih menyenangkan.

Demikian 3 hikmah dari cerita singa dan tikus yang dapat kita ambil dari cerita hikayat ini. Boleh jadi lebih banyak lagi hikmah didalamnya.

Cerita ini penulis dapatkan dari ingatan penulis di masa kecil dulu. Masa kecil di sekolah dasar yang cukup menyenangkan. 

Cerita ini penulis dapatkan dari sebuah buku terbitan Balai Pustaka. Sebuah penerbit buku-buku berkelas tinggi khusus untuk anak-anak.

Dari kecil alhamdulilah penulis cukup senang membaca. Ragam bacaan seperti majalah bobo, Donal bebek, dan buku-buku cerita seperti kisah Singa dan Tikus ini hampir setiap hari penulis baca.

Setelah anda membaca kisah ini bagaimana menurut Anda. Hikmah apa sekiranya yang dapat di ambil dari cerita hikayat seekor Singa dan Tikus ini?

Silahkan tulis pendapat Anda di kolom komentar. Terima kasih

Posting Komentar Blogger

 
Top