0
Salah satu pengalaman berkesan dalam hidup kami adalah saat penulis memberanikan diri untuk berkecimpung di dunia partai politik beberapa waktu lalu.

Penulis berharap ketika itu melalui partai politik kami dapat melakukan sesuatu lebih baik untuk masyarakat dalam skala lebih besar. Setidaknya dalam wilayah dapil, daerah pemilihan, di kami berencana untuk ikut terjun sebagai calon anggota legislatif.

Saat itu kami berharap bahwa partai yang kami masuki dengan platform nasionalis dan agamis dapat menjadi jembatan untuk kami berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.


Sebelum lebih lanjut membahas tentang pengalaman berkesan dalam hidup penulis selanjutnya mari kita ketahui terlebih dahulu tentang definisi partai politik.

Definisi Partai Politik


Secara umum yang di maksud dengan partai politik adalah sekumpulan orang yang bergabung bersama dalam sebuah organisasi untuk meraih, merebut, mempertahankan kekuasaan dan menggunakan kekuasaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Definisi Partai politik seperti ini yang ideal menurut penulis :)

Khususnya pada bagian bahwa partai politik ada dengan tujuan memberikan sebesar-besarnya kemakmuran kepada masyarakat.

Telah kita ketahui bersama bahwa sejak era reformasi, kebebasan untuk membuat partai politik di berikan oleh Negara kepada setiap warga negaranya. 

Setiap warga negara berhak untuk membuat partai politik sesuai dengan garis pandang hidupnya. Kebijakan ini lah yang tidak di berikan oleh Negara di zaman orde baru.

Sejak tahun 1997, penulis telah mengetahui partai politik itu seperti apa. Bahkan pada tahun itu, tepat 1 tahun sebelum reformasi bergulir. Penulis sempat menjadi saksi dari sebuah partai politik. 

Saat itu penulis menyaksikan kecurangan-kecurangan yang di lakukan oleh partai politik secara kasat mata. 

Tapi anehnya, hampir setiap orang yang berada di dalam lingkungan tersebut seakan tidak mampu untuk berbuat apapun. 

Anehnya lagi, saksi dari partai politik yang di curangi pun, seakan tidak mampu untuk bersuara. Ituah "hebatnya orde baru" :)

Awal reformasi bergulir, penulis memutuskan untuk menjadi simpatisan sebuah partai politik yang berbasis Agama. 

Harapan penulis reformasi dapat membuat perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, lebih baik dari masa orde baru. Menghilangkan unsur-unsur korupsi, kolusi dan nepotisme secara maksimal. 

Dengan menjadi simpatisan partai politik tersebut, penulis berharap hal tersebut dapat menjadi kenyataan. Seorang simpatisan partai politik tidak harus memiliki KTA, kartu tanda anggota, partai.

Penulis berharap bahwa partai politik yang mempunyai ideologi Agama akan lebih mampu untuk membawa kebaikan kepada masyarakat. 

Anggota legislatif, yang selama masa orde baru hampir tidak pernah menemui masyarakatnya. Penulis harapkan di era reformasi, hal tersebut dapat berubah. 

Namun ternyata harapan penulis tidak juga dapat tercapai. Partai Politik dengan ideologi Agama yang penulis harapkan mampu untuk merubah itu, pada kenyataannya hampir sama saja dengan partai politik lainnya.

Akhirnya pada pemilu selanjutnya penulis memutuskan untuk menjadi simpatisan sebuah partai politik baru yang mempunyai ideologi nasionalis Agamis. 

Harapan penulis pun sama seperti harapan sebelumnya. Tapi sekali lagi, harapan penulis kandas kembali. 

Ketegasan yang penulis harapkan dari Ketua umum partai tersebut, yang bermuara kepada penegakkan hukum dan kesejahteraan rakyat penulis anggap tidak  maksimal.

Baru pada pemilu terakhir inilah, penulis memutuskan untuk menjadi anggota aktif dari sebuah partai politik dengan ideologi nasionalis. Hal ini di tunjukkan dengan memiliki sebuah kta, kartu tanda anggota. Harapan yang sama penulis harapkan dari partai politik ini. 

Di partai politik ini penulis memberanikan diri untuk menjadi calon anggota legislatif untuk wilayah kota/kabupaten. 

Penulis berfikir, tidak pun dapat berbuat secara maksimal dengan skala luas, setidaknya penulis dapat berusaha berbuat dengan maksimal untuk konstituen atau pemilih di daerah pemilihan penulis nantinya.

Namun ternyata niat penulis yang cukup baik tersebut, belum di kabulkan oleh Tuhan yang Maha Esa. 

Mungkin di karena kan salah satu pengurus inti dari partai politik yang bersangkutan juga ada di daerah pemilihan yang sama dengan kami, sangat terlihat ambisinya, di sementara waktu penulis berhasil memenuhi persyaratan dukungan formal dari calon pemilih yang lebih banyak darinya atau alasan-alasan lain yang kami tidak tahu, karena tidak ada pemberitahuan. Akhirnya nama kami tidak keluar di daftar calon tetap anggota legislatif. 

Sungguh menjadi sebuah pengalaman berkesan dalam hidup yang sangat berharga. 

Bahwa ternyata sekalipun sepertinya kebijakan pusat terdengar baik tapi implementasi di lapangan belum tentu juga dapat berjalan dengan baik.

Dari pengalaman tersebut, kami melihat sisi transparansi dari partai politik yang penulis berada di dalamnya hampir tidak ada sama sekali. 

Pendidikan politik kepada masyarakat yang seharusnya menjadi kewajiban sebuah partai politik yang di berikan oleh partai politik kepada masyarakat tidak di laksanakan dengan baik.

Terakhir.. bahwa ternyata dalam era reformasi politik uang sepertinya masih menjadi hal yang utama dari sebuah pencalonan.

Tanpa uang yang di gunakan untuk melicinkan jalan proses pencalonan seorang calon anggota dewan di partai politik yang bersangkutan maka perjalanan seseorang tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Hal ini tentu menjadi salah satu hal paling mendasar yang membuat bangsa ini belum dapat menjadi lebih baik karena salah satu pilar terpenting dalam sebuah negara yaitu partai tidak dapat menjaga kebersihan dirinya.

Entah karena kenaifan kami atau karena rasa idealisme yang cukup tinggi dalam diri kami ketika proses pencalonan untuk penetapan anggota dewan di persyaratkan langsung oleh salah satu pengurus inti partai kami tidak menurutinya.

Akhirnya penulis tidak lagi terus mengikuti proses pencalonan tersebut. 

Ternyata partai politik yang kami harapkan lebih baik dalam segala bidang seperti apa yang di sampaikan oleh pimpinan partai di pusat jauh panggang dari api.

Demikian sekilas pengalaman berkesan dalam hidup penulis yang cukup tidak mengenakkan.

Demikian pengalaman dan pendapat penulis tentang partai politik yang ada di Indonesia saat ini. 

Jika Anda memiliki pandangan lain, silahkan di sampaikan melalui kolom komentar. Terima kasih

Posting Komentar Blogger

 
Top