0
Kejadian begal motor di bakar massa terjadi kembali di Kota Tangerang Selatan. Seorang begal motor dalam keadaan masih hidup di bakar massa dengan beringasnya. Hal tersebut dapat terjadi, mungkin di karenakan resahnya warga terhadap peristiwa pembegalan yang sering terjadi.

Suatu hal yang miris terjadi terhadap seorang begal yang di bakar massa dalam keadaan hidup. Seakan masyarakat sudah tidak mempunyai hati nurani lagi. Sekelompok massa dengan begitu beringasnya bertindak, tidak cukup sekedar memukul dan menendang, melainkan juga melakukan tindakan pembakaran terhadap tubuh seorang begal motor yang sudah tidak berdaya dalam keadaan masih hidup.
Menurut kami, peristiwa kejadian begal motor yang di bakar hidup-hidup oleh warga dapat terjadi karena adanya titik batas kulminasi yang terpendam dari masyarakat, dengan banyak nya melihat dan mendengar kasus-kasus atau peristiwa pembegalan yang terjadinsepertinya tiada habis-habisnya. Di mana korban, benar-benar dapat menjadi korban hingga kehilangan nyawanya.

Kejadian-kejadian seperti begal yang di bakar massa mestinya tidak terjadi, seandainya kejadian pembegalan tersebut tidak terjadi. Kejadian tersebut mestinya tidak terjadi, jika aparat kepolisian mampu berbuat lebih maksimal untuk mengurangi angka kejahatan ini. Kejadian seperti ini mestinya juga tidak terjadi, seandainya masyarakat lebih mengedepankan hati nurani. 

Namun sulit di bayangkan jika terjadinya kejadian ini karena masyarakat tidak lagi percaya dengan hukum dan aparat yang berwenang. Jika ini yang terjadi maka peristiwa kejadian begal yang di bakar massa ini akan dapat terulang kembali. Dan akibatnya akan dapat menjadi lebih luas lagi ke arah aspek - aspek lainnya.

Menurut kami semestinya pemerintah harus bertanggung jawab secara penuh terhadap nasib warganegaranya. Perlu di tanyakan kepada mereka, apakah yang mereka lakukan hanya karena keterpaksaan saja karena tidak dapat lagi makan dan mencukupi kebutuhan hidupnya atau melakukan pembegalan memang sudah di jadikan pekerjaan. Seharusnya pemerintah lebih berupaya secara maksimal untuk dapat memberikan bimbingan keahlian kepada mereka, sehingga nantinya mereka tidak kembali lagi melakukan kejahatan.
 
Menurut kami kasus ini harus segera di cari jalan keluarnya agar tidak lagi terjadi kasus pembakaran manusia hidup-hidup oleh massa. Negara ada, karena adanya kesepakatan warga negara. Negara ada, untuk melayani masyarakatnya. Negara ini negara hukum, semua sama di hadapan hukum. Semestinya pembegal pun memperoleh hak hukum yang sama.

Jika masih banyak masyarakat yang miskin, sehingga mereka mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang akhirnya bermuara kepada melakukan kejahatan. Semestinya negara harus bertanggung jawab. Negara harus membina mereka agar dapat menjadi warganegara yang mandiri. Sorang warganegara yang memahami hak dan kewajiannya.

Seperti telah kita bersama ketahui, tidak akan mampu seseorang berfikir secara baik dan bijak, jika perutnya lapar. Rasa lapar akan mendatangkan kemarahan dan kejahatan. Kewajiban pemerintah untuk membuat seluruh warganegaranya Kenyang, tidak lapar. Pernahkah kita berfikir apa yang membuat seorang pembegal melakkan aksinya. Tidak kah kita mungkin akan melakukan hal yang sama jika kita menemui permasalahan seperti mereka. Mari bersama kita renungkan

Jika Anda pembaca blog ini memiliki pendapat yang lain tentang peristiwa begal yang di bakar massa. Dengan senang hati kami tunggu komentarnya. Salam

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda di bawah ini. Salam..

 
Top