0
Gus Dur adalah seorang Presiden pemberani, setidaknya menurut pandangan kami. Pendapat ini berdasarkan dari apa yang kami lihat dan alami secara pribadi.

Beliau memang seorang presiden yang memiliki keterbatasan fisik. Namun keberanian beliau untuk mengambil keputusan penting yang bermanfaat bagi masyarakat patut di acungi jempol.

Sepanjang yang kami dapat ketahui cukup banyak hal berani yang telah di lakukan oleh Presiden Gus Dur. 

Gus Dur Presiden Pemberani

Keberanian beliau selaku Presiden telah memberikan warna terhadap bangsa ini. Keberanian Presiden Gus Dur di masa pemerintahannya kami sampaikan melalui tulisan sederhana ini.

Sebagaimana telah di ketahui bersama Presiden Gus Dur adalah seorang Presiden keempat, sekaligus Presiden pertama di era reformasi. 

Beliau terpilih menjadi Presiden di tahun 1999, hasil dari voting Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang untuk pertama kalinya di lakukan di era reformasi.

Terpilihnya beliau menjadi seorang Presiden banyak orang menyatakan karena adanya "kecelakaan". Namun demikian lah kehendak Tuhan. 

Gus Dur dengan segala kekurangan dan kelebihannya adalah sosok pemimpin sederhana. Melalui proses demokrasi di lembaga tertinggi negara, MPR, akhirnya beliau terpilih menjadi Presiden keempat RI.

Masa jabatan yang singkat, beliau tidak sampai 5 tahun menjadi Presiden, tidak membuat beliau di lupakan oleh masyarakat.

Keberanian yang beliau miliki bagi sebagian masyarakat, termasuk kami pribadi, telah menjadi suatu catatan tersendiri.

Dengan segala keterbatasan beliau secara fisik, beliau mampu menunjukan kinerja yang cukup optimal bagi bangsa ini. 

Beliau mampu dan berani untuk melakukan gebrakan-gebrakan baru, yang kami percayai, untuk kebaikan bangsa ini.

Di antara keberanian yang beliau lakukan adalah memecat beberapa orang menteri yang di anggap tidak mampu bekerjasama dengan beliau untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Mengapa kami katakan berani? Walaupun sejatinya para mentri adalah pembantu Presiden, saat itu kemenangan Gus Dur yang di sokong oleh koalisi poros tengah pimpinan Amin Rais membuat Presiden Gus Dur harus melakukan langkah-langkah persuasif dengan bekerjasama dengan orang-orang partai politik, yang di antaranya beliau jadikan menteri.

Namun ketika Gus Dur melihat bahwa menteri-menteri tersebut tidak dapat bekerjasama, beliau memutuskan untuk memberhentikan mereka dan memilih penggantinya. 

Tidak kurang Menteri sekelas Menkopulkamham yang saat itu di jabat oleh Wiranto yang pernah menjadi Panglima Abri pun di pecat beliau dan di ganti.

Tidak hanya Wiranto, ada cukup banyak nama-nama menteri yang beliau ganti. Di antara beberapa nama menteri lain yang di ganti beliau adalah Menkokesra Hamzah Haz, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Jusuf Kalla dan Menteri ESDM Susilo Bambang Yudhoyono, yang kelak menjadi presiden keenam.

Ke empat Menteri tersebut adalah tokoh-tokoh yang memiliki kekuatan politik yang cukup tinggi di masa itu. Namun demikian, Gus Dur tidak takut untuk memberhentikan mereka. Keempatnya di copot dari jabatan dengan berbagai alasan.

Akibat dari keberanian beliau memberhentikan Menteri-menteri tersebut, kami melihat di saat itu efektifitas tindakan beliau cukup terasa. 

Berbagai birokrasi pemerintahan mulai berbenah. Termasuk birokrat yang ada di daerah mulai berbenah diri untuk dapat bekerja secara maksimal. 

Kami melihat tindak perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme sedikitnya berkurang.

Para birokrat agak sedikit takut tidak berani bermain-main dengan sebuah tindakan yang memberikan jalan keluar dengan tebusan uang. Singkatnya kami katakan bahwa pada saat itu KKN telah sedikit banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

Namun sayangnya masa pemerintahan beliau tidak lama, belum sampai 5 tahun masa pemerintahan beliau menjadi Presiden, beliau harus turun karena di turunkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat yang menyatakan dirinya sebagai perwakilan rakyat. 

Sosok Amin Rais, Akbar Tanjung dan Megawati di anggap banyak orang harus bertanggung jawab terhadap hal ini.

Pengganti beliau Megawati Soekarno Putri membuat apa yang telah di rintis dengan susah payah bagi bangsa ini menjadi sia-sia. 

Di zaman Mega, koruptor kembali merajalela. Premanisme di mana-mana. 

Hal baik yang telah di rintis oleh Gus Dur sangat di sayangkan tidak di teruskan oleh Mega. 

Bahkan parahnya, menurut kami, mantan Presiden Megawati Sukarnoputri membuat negara ini menjadi lebih terpuruk dengan kebijakan-kebijakannya.

Di zaman Susilo Bambang Yudhoyono, praktek KKN kembali subur walaupun tidak seganas di zaman Mega. 

SBY tidak memiliki keberanian untuk membuat gebrakan bagi kebaikan bangsa ini. Selama 10 tahun pemerintahannya, kami anggap SBY tidak bekerja maksimal. 

Beliau tergolong seoorang Presiden yang cari selamat sendiri. Karena memang benar bahwa untuk membuat gebrakan membutuhkan keberanian. 

Keberanian jelas akan mendatangkan resiko. SBY dalam hal ini tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. 

Mungkin salah satu alasannya adalah karena beliau tidak mau nasibnya sama dengan Gus Dur, berhenti di tengah jalan.

Cukup banyak kebijakan penting untuk masyarakat yang di putuskan SBY di ambil dalam waktu yang cukup lama, sehingga cukup banyak keputusan tersebut mengakibatkan kecemasan di masyarakat. 

Keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak adalah salah satu keputusan yang cukup lama di ambil presiden, sehingga masyarakat harus merasakan penderitaan antrian untuk sekedar membeli kebutuhan bahan bakar minyak.

Hal tersebut jika terlambat sedikit saja di yakini akan menimbulkan chaos di masyarakat. Berkaca dari hal tersebut banyak masyarakat menilai, presiden SBY adalah seorang presiden yang terkesan peragu dan lamban dalam mengambil sikap.

Bahkan sampai akhir masa jabatannya , menurut kami, mantan Presiden SBY tidak mampu memberikan perubahan yang mendasar bagi bangsa ini. 

Situasi hukum dan ekonomi nyaris tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik. 

Kami meyakini seandainya Gus Dur di berikan waktu hingga masa akhir jabatannya Insyaallah bangsa ini tidak kembali mengalami masa kesulitan seperti yang hingga saat ini kita alami.  

Kami meyakini jika saja beliau dapat menjalankan pemerintahan hingga selesai, bangsa ini telah memiliki pondasi hukum dan ekonomi yang kokoh. 

Namun apa daya harapan tidak sesuai dengan kenyataan, Gus Dur harus mundur, di tebang di tengah jalan.

Kini zamannya Presiden Jokowi, Joko Widodo. Akan beranikah beliau membuat gebrakan dalam bidang hukum dan ekonomi seperti yang telah di lakukan Presiden Gus Dur? Atau mungkin beliau dapat melakukannya dengan lebih?? Atau kah yang beliau lakukan akan lebih buruk? Kita tunggu bersama bagaimana cara Jokowi menjalankan pemerintahan.

Bagi kami adalah lebih baik hidup jadi seekor harimau walau hanya 1 hari, daripada sekedar hidup menjadi seekor siput selama 1 tahun. 

Berbuat lah yang terbaik bagi bangsa ini pak Jokowi, berbuatlah yang terbaik bagi rakyat, bagi masyarakat, bagi bangsa dan negara indonesia.

Kami, Rakyat Indonesia mengharapkan perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik. 

Buktikan bahwa Anda adalah Putra terbaik bangsa ini Mr. Presiden! Buktikan bahwa Anda bukan petugas partai! Buktikan bahwa Anda adalah seorang pemimpin yang memiliki kemauan dan keberanian untuk membuat sejarah penting perubahan bagi bangsa ini!

Kami, Masyarakat Indonesia menantikan perubahan mendasar sebagaimana telah engkau janjikan di masa kampanye dulu. 

Kami Rakyat Indonesia menantikan janji perubahan dalam bidang hukum dan ekonomi. 

Jadilah seperti Presiden Gus Dur yang dikenang pemberani. Tepatilah janjimu kepada kami rakyat Indonesia!! Mari Rakyat Indonesia kita saksikan bersama.

Demikian tulisan singkat Gus Dur Presiden Pemberani. Semoga bermanfaat

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda di bawah ini. Salam..

 
Top