0
Selain blogging, hobi kami lainnya adalah menonton film. Jenis film apapun kami menyukainya. Namun di antara berbagai jenis film yang ada, film dengan tema action dan fiksi ilmiah adalah jenis film yang paling kami sukai. Hobi nonton film ini telah kami minati sejak usia anak-anak hingga dewasa. Dalam setiap bulan beberapa film kami tonton untuk menjadi bahan refreshing kami.
Simak juga Hobi Batu Akik

Belum lama ini kami menonton film dengan judul Avengers - Age Of Ultron dan The Butterfly Effect. Kedua jenis film tersebut adalah jenis film yang kami  sukai. Jenis film pertama adalah jenis action sedangkan jenis film yang kedua adalah jenis fiksi ilmiah yang menceritakan tentang kemampuan seseorang untuk mengubah masa depan.

Kali ini kami akan mencoba menceritakan tentang film yang berjudul The Butterfly Effect. Sepanjang yang kami ketahui film The Butterfly Effect saat ini telah memiliki 3 buah seri, The Butterfly Effect, The Buttterfly Efffect 2, dan The Buttterfly Efffect 3. Inti ceritanya tetap sama tentang seseorang yang memiliki kemampuan untuk merubah masa depan.

Hobi Nonton Film

Saat ini kami akan mengulas film The Butterfly Effect yang pertama. Film ini sesungguhnya pernah di putar di sebuah televisi swasta, karena kami penasaran, kami pun kembali menonton melalui DVD kembali. Sedikit ada keunikan dan perbedaan cerita di akhir cerita film The Butterfly Effect yang pernah di tayangkan di televisi dan di DVD.

Sebagaimana telah di ketahui Film ini di edarkan pada tahun 2004, pembukaan film ini menuliskan tentang Chaos Theory : It has been said that something as small as the flutter of a butterfly's wing can ultimately cause a thypoon halfway aroud the world. Terjemahan dalam bahasa Indonesianya adalah : Teori Kekacauan : Telah di katakan, bahwa sesuatu yang kecil, seperti kepakan sayap kupu-kupu, dapat menyebabkan sebagian dunia di landa topan.

Tokoh utama dalam film ini adalah Evan seorang anak laki-laki yang tinggal hanya dengan ibunya, ayahnya berada di sebuah Rumah Sakit Jiwa karena di anggap mengalami sakit jiwa. Pertemuan di RS tersebut tidak mendapatkan sesuatu yang Evan harapkan. Sesungguhnya Ia hanya berharap Ayahnya mengijinkan Evan untuk memanggil Ayahnya, Ayah. Suatu Insiden terjadi, tiba-tiba Ayah Evan mencekik Evan dan ingin membunuhnya. Salah seorang penjaga memukul kepala belakang Ayah Evan yang akhirnya mengakibatkan Ayah Evan meninggal dunia.

Cerita dalam film The Butterfly Effect ini bagi kami sangat menarik, salah satu yang menarik perhatian kami adalah sekalipun kita mampu untuk kembali ke masa lalu, kita tidak akan mampu untuk membuat masa depan menjadi lebih baik. Tindakan sekecil apapun yang kita buat di masa lalu akan dapat merubah seluruh jalan cerita hidup kita termasuk kehidupan orang-orang di sekitar kita.

Yang cukup menarik dari film ini adalah cerita di akhir filmnya. Jika di Televisi, cerita berakhir dengan bahagia karena Evan kembali ke masa lalu dan membisikkan kata-kata kepada teman perempuan kecilnya yang bernama Kayleigh untuk mengusirnya. Sehingga di masa depan dengan tidak terhubungnya Evan dan Kayleigh, masa depan keduanya menjadi baik. Ketika kami menonton film nya di DVD, akhir ceritanya menjadi lain. Untuk mengetahui lebih lanjut kisah menarik dari film The Butterfly Effect ini, kami persilahkan Anda untuk menontonnya.  

Demikian tulisan sederhana tentang hobi nonton film dan sedikit review film The Butterfly Effect dari kami. Semoga bermanfaat
Jangan lupa simak juga Lapak Golf Way Halim

Post a Comment Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top