0
Sebuah karya sastra yang cukup menarik. Sebuah karya puisi yang cukup panjang dengan judul Izinkan Hamba MerinduiMu, kami hadirkan untuk Anda. Sebuah karya yang menarik tentang mengingatkan kasih sayang TuhanNya dan kewajiban seorang hamba kepada TuhanNya. Sebuah karya manis sahabat FB kami yang bernama Mutiara Bening. Semoga karyanya dapat menjadi penambah kesusasteraan Indonesia.

Izinkan Hamba MerinduiMu                                             By: Mutiara Bening

Malam semakin dingin, suara katak dan jangkrik bersahutan seakan menjadi lagu malam penghantar makluk-Nya dalam buaian mimpi. Langit pun masih meninggalkan mega-mega merah di atas sana, sungguh indah sapuan kanfas ilahi. Dalam sendiri kupanjatkan do'a, semoga hamba-hamba Mu takkan terlena dengan keindahan dunia, takkan lupa pada-Nya karena keindahan ciptaan-Nya.

Ya, Robb... izinkanlah hamba merindui-Mu, seperti hamba menatap senja. Senja hilang berganti malam. Gambaran kehidupan seperti halnya sehari. Berjuang, berusaha, dan mendekatkan diri. Mencari obor untuk menerangi bila gelap malam tiba. Bila sedikit saja kita terlena niscaya malam-malam kita akan gelap selamanya tanpa cahaya, dan siang tak kan terulang kembali. Kini yang ada hanya penyesalan tanpa berkesudahan.
Izinkan Hamba MerinduiMu
Semilir angin malam masih menyisakan rintik air hujan, menetes bagaikan mutiara.." memberikan sejuta makna dalam indah kehidupan dunia. Kudekap tubuh sayu seakan tak ingin beranjak. 'Meninggalkan kekaguman tanpa jawaban.., Ilahi Robbi sungguh sayang pada umatnya, meski hamba-hamba-Nya selalu lupa, selalu saja membuat kesalahan dan dosa, pun tak pernah marah. Tangan-tangan-Nya selalu terbuka di siang dan malam, bagi hamba-hamba-Nya yang ingat dan memohon ampun atas kesalahannya. Tapi segelintir yang ingat dan bersyukur dengan apa yang diberikan-Nya.

Tapi..' Jika Allah itu pemarah sudah pasti hamba-hamba-Nya yang tidak ingat dan selalu membuat dosa akan langsung di lempar ke neraka. Tapi sungguh Dia Maha Penyayang melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya..'

Haruskah kita berdiam diri dengan kelupaan kita..' atau membiarkan hati ini membeku tanpa rasa, membutakan mata hati hingga tidak mampu membedakan yang putih dengan yang hitam..? Coba dengarkan pangilan-Nya saat azan subuh. Kalimat yang selalu mengejek jika tak segera beranjak dari tidur.

'Ash-shalaatu khairum minan nauum..! (shalat itu lebih baik dari pada tidur)

Panggilan yang memberi segalanya pada hidup kita, apa kita segera bangun dan berwudu dan mendatangi panggilan itu? Segelintir orang yang dipangil dan segera datang, karena terlalu terlena dengan kenyamanan tidur, karena dingin, ngantuk dan seribu alasan yang ada. " Abdi telah di berikan waktu untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk bekal kehidupan setelah mati nanti, kehidupan yang tak kan pernah terulang kembali, bagi hamba-hamba-Nya yang berfikir

'Allaahumma Lakal Hamdu, (Ya, Allaah pujian hanyalah milik-Mu) Wa Ilaikal Musytaka, (Hanya kepada-Mu-lah aku mengadu) Wa Antal Muta'anu, (Engkaulah tempat meminta pertolongan) Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Bilahil 'Aliyyil 'Adhiim, (Tidak ada daya dan upaya selain dari-Mu)

Sudut Sunyi
M.B.
011213

Post a Comment Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top