0
Kehidupan santri pondok modern itu penuh warna. Suka, duka, sedih dan gembira. Bahkan merasa seakan di penjara itulah semua apa yang di rasa oleh segenap santri dari manapun asal mereka datang. Dari manapun latar belakang orang tua santri datang. Perasaan yang hadir semuanya hampir sama.

Artikel dengan judul kehidupan santri pondok modern ini kami buat sebagai pengingat diri pribadi khususnya dan untuk segenap pembaca pada umumnya bahwa kehidupan seorang santri di pondok pesantren modern cukup kompleks tidaklah mudah. Ada cukup banyak suka duka di sana.

Tahun 1995 adalah awal penulis merasakan kehidupan sebagai santri di pondok pesantren modern. Berbagai suka dan duka penulis alami di Pondok. Proses belajar mengajar yang harus di lalui hampir 24 jam. Hampir tidak ada waktu tanpa belajar. Istilah kami "Fi Kulli Yaumin Hifdzin", setiap hari menghafal, tiada hari tanpa hafalan.


Kegiatan yang di mulai sekitar jam 4 pagi, seluruh santri wajib untuk bangun tidur dan bersiap menjalankan sholat subuh secara berjamaah. Dalam proses persiapan menuju sholat subuh tersebut jika kami ingat-ingat kembali, cukup banyak kenangan yang lucu dan menyenangkan. Kata-kata "Man Ba'daka", Setelah kamu siapa,  hampir dapat di temui di semua kamar mandi yang sedang di gunakan oleh santri dalam rangka persiapan shholat subuh.

Kegiatan terus berlangsung. Setelah sholat subuh, kegiatan santri selanjutnya adalah mengaji Alqur'an sejenak di masjid sambil menunggu hingga Pengurus santri yang terdiri dari kakak-kakak kelas mengizinkan santri-santri untuk keluar dari Masjid guna melangsungkan kegiatan selanjutnya.

Ba'da sholat subuh, berbagai kegiatan di lakukan oleh santri. Ada yang berolah raga, seperti main bulu tangkis misalnya. Ada yang masih menghafal hafalan pelajaran yang mungkin belum dapat di hafalkan. Ada juga yang mengerjakan tugas piket kebersihan kamar dan lingkungan, sesuai dengan jadwal yang telah menjadi tugas santri tersebut. 

Seluruh kegiatan di Pondok Modern serba disiplin dan teratur, semuanya di komando oleh "Jaros". Apa itu "Jaros"?? Jaros adalah lonceng yang di  miliki Pondok. Setiap kegiatan di mulai dan di akhiri oleh bunyi lonceng atau bel ini. Hampir seluruh kegiatan santri Pondok Modern di mulai dan di akhiri oleh bunyi lonceng dan bel ini.

Setiap santri hampir dapat di pastikan mengalami penyakit gatal, kami pribadi tidak tau alasannya. Salah seorang ustadz mengatakan, bahwa penyakit yang di derita santri tersebut adalah sebagai penghapus dosa untuk memudahkan santri menerima ilmu yang di berikan. Kami selaku santri mengaminkan saja dan menerima apa adanya sembari berusaha menghilangkan penyakit gatal tersebut dengan obat-obatan yang telah tersedia.

Selain penyakit gatal yang di derita oleh santri, dapat kami sampaikan bahwa mayoritas santri pernah mengalami perasaan "Masduk", sebuah perasaan pusing atau pening secara psikologis. Hal ini mungkin di karenakan begitu ketat dan disiplinnya kehidupan santri di pondok modern. Khususnya di bidang hafalan pelajaran.

Hampir setiap hari, dalam proses 24 jam pengajaran, kami di didik untuk terus menghafalkan berbagai macam jenis pelajaran, dari Bahasa Arab, Hadist, Muthola'ah dan lain sebagainya. Cukup banyak santri yang mungkin tidak kuat mengikuti metode ini sehingga jumlah santri yang masuk ke pondok dan keluar sebagai lulusan tidak seimbang. 

Sebagai contoh ketika pertama kami memasuki dunia pesantren, jumlah rekan-rekan yang ada di dalam satu kelas berkisar 40 an santri. Namun setelah kelulusan beberapa tahun kemudian, jumlah teman-teman berkisar kurang dari 10 orang saja. Lebih dari dua pertiganya tidak sampai lulus mengikuti proses belajar di Pondok.

Begitu beratnya proses belajar tersebut, sehingga setiap santri selalu mendambakan yang namanya waktu liburan pondok, sehingga kesempatan untuk mendapatkan liburan tersebut dapat di gunakan untuk berkumpul dengan orang tua dan keluarga dan sejenak menghilangkan kewajiban untuk menghafalkan pelajaran.

Namun demikian, bagi santri-santri yang cukup mempunyai kekuatan untuk bertahan, Insyaallah, ia akan memiliki cukup banyak kelebihan yang tidak di miliki oleh siswa-siswa lain. Khususnya jika di bandingkan dengan siswa-siswi yang belajar di sekolah non asrama atau Non Pondok. Hal ini penulis alami secara pribadi, tentu juga teman-teman pondok yang lain.

Alumni pondok modern insyaallah relatif mempunyai tingkat kecerdasan, sisi kreatif dan analisa yang cukup baik, sehingga di lingkungan rumah dan sekitarnya santri lulusan pondok pesantren modern kerap kali menjadi sumber pengetahuan, saran dan pendapat dari rekan-rekan sebaya bahkan dari orang-orang yang telah dewasa.

Kini setelah tidak lagi belajar di Pondok, kami secara pribadi dan kami meyakini cukup banyak rekan-rekan lain yang dulu pernah belajar di Pondok Modern merasakan kerinduan yang cukup mendalam akan suasana yang dulu pernah di rasakan ketika menjadi santri. Bahkan terkadang terbersit rasa ingin kembali belajar menjadi santri kembali.

Untuk kamu yang ingin melanjutkan belajar, jangan takut untuk belajar dan menimba ilmu di pondok pesantren, khususnya di pondok pesantren modern. Insyaallah, dengan belajar di sana kamu akan mendapatkan cukup banyak ilmu, pengalaman dan wawasan. 

Di pondok modern kamu akan di ajarkan dan di didik belajar secara intensif dan penuh disiplin guna membentuk kepribadianmu. Di pondok kamu dapat bergaul dengan teman-teman lain yang berbeda sifat, karakter dan latar belakangnya yang nantinya dapat kamu jadikan sebagi pengalaman hidup dan pengethauan untuk mengenali berbagai macam jenis karakter orang lain.

Dengan belajar di pondok modern, insyaallah kamu akan menjadi sosok pemuda dan pemudi yang tangguh, berilmu dan bertaqwa. Sehingga kelak kamu akan selalu dapat mengingat dan berbakti kepada kedua orang tuamu dan berguna bagi Agama, Bangsa dan Agama.

Adapun halangan dan rintangan yang kamu dapatkan di dalam proses belajar, hal tersebut adalah sesuatu yang biasa saja karena itu adalah seninya dalam belajar. Jangan pernah takut untuk menghadapi halangan dan rintangan tersebut. Jalani saja segala proses dan kegiatan yang ada di pondok. Nikmati proses perjalanan belajar kamu di Pondok itu.

Hakikatnya setiap halangan dan rintangan dapat kita temui kapan saja dan di mana saja. Oleh karena nya jangan pernah untuk takut menghadapinya. Kehidupan di pondok akan membuat kamu mendapatkan banyak pelajaran dan hikmah yang kelak dapat di gunakan untuk di terapkan di lingkungan masyarakat yang lebih luas lagi nantinya. 

Demikian sekilas pengalaman kami tentang tentang kehidupan santri pondok modern. Semoga bermanfaat
Simak juga artikel kuliner Sop Sapi Mbak Ridho Nikmat

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top