0
Mental anggota DPR RI parah! - Bagaimana tidak, di saat masyarakat mengalami kesulitan untuk mencari penghasilan dalam rangka mencukupi kebutuhan hidup, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia saat ini seenaknya ingin menganggarkan dana sebesar 20 Milyar Rupiah untuk masing-masing anggota nya di balut dengan kata manis dana aspirasi masyarakat.
Jangan lupa simak juga 1 Trilyun Rupiah Untuk Parpol

Di tengah masyarakat kesulitan menghadapi berbagai harga kebutuhan pokok yang naik dan tingkat penghasilan yang belum membaik, anggota dewan yang terhormat mengambil kesempatan untuk memperkaya diri dan golongannya, sekaligus menyelamatkan dirinya masing-masing dengan dana besar yang di bungkus dengan kalimat yang cukup menarik, sebagai dana aspirasi masyarakat.

Bukan kah dengan gaji dan segala fasilitas yang mereka nikmati saat ini, sudah menjadi kewajiban mereka untuk dapat menangkap dan menerima aspirasi masyarakat dengan baik? Bukan kah dengan telah terpilihnya mereka saat ini sebagai wakil rakyat mereka punya kewajiban untuk memperjuangkan segala apapun yang menjadi keluhan masyarakat?
Mental Anggota DPR RI Parah!
Sejatinya telah menjadi tugas seorang anggota dewan perwakilan rakyat untuk dapat membawa dan menyerap segala aspirasi masyarakat tanpa harus menuntut lagi untuk di biayai oleh negara akan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya tersebut. 

Tugas anggota dewan sebagai wakil rakyat adalah mengawal apa yang akan di jalan kan oleh fihak eksekutif dalam hal ini pemerintah. Fungsi anggota dewan perwakilan rakyat Republik Indonesia hanya 3, yaitu : Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Sudah kah ini di jalankan dengan baik??

DPR RI dalam konsep Trias Politika yang NKRI anut adalah salah satu lembaga tinggi negara yang berperan sebagai lembaga legislatif yang memiliki kewenangan untuk membuat Undang-Undang sekaligus melakukan pengawasan atas berjalannya Undang-undang yang di laksanakan oleh fihak  Eksekutif, Pemerintah.

Menjadi suatu pertanyaan besar apakah saat ini, DPR RI telah maksimal dalam bekerja untuk menghasilkan produk-produk hukum yang memenuhi aspirasi dan kepentingan masyarakat? Apakah selama ini DPR RI telah mengkritisi segala kebijakan yang di lakukan Pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat?

Fakta membuktikan angggota dewan yang terhormat belum maksimal dalam bekerja memenuhi kewajibannya untuk membuat produk-produk hukum dan melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Semestinya hal ini menjadi sesuatu yang harus di fikirkan dan di kerjakan secara maksimal karena hal ini adalah fungsi utama dari keberadaan DPR RI. Bukan malah mencari-cari kesempatan untuk mengambil uang masyarakat dengan dalih dana aspirasi.

Menyikapi hal tersebut, dengan tegas kami menyatakan pendapat untuk menolak apa yang di sebut dengan pemberian dana sebesar 20 Milyar yang di sebut sebagai dana aspirasi yang akan di berikan kepada segenap anggota DPR RI. Karena sebagai masyarakat kami menilai kinerja anggota DPR RI masih jauh dari apa yang di harapkan masyarakat. Kami menilai DPR RI belum memberikan sumbangsih yang maksimal demi kesejahteraann masyarakat.

Jangan sampai kebijakan untuk mengeluarkan dana aspirasi sebesar 20 Milyar untuk setiap anggota dewan tersebut mencederai dan melukai hati masyarakat. Jangan sampai masyarakat di buat untuk semakin tidak percaya terhadap kualitas wakil-wakil nya di DPR. Saat ini dewan yang terhormat harus berbenah untuk memperbaiki diri bukan untuk menuntut macam--macam.

Selain hal tersebut yang tidak kalah penting nya adalah kami sebagai masyarakat tidak menginginkan dana sebesar 20 Milyar tersebut nantinya akan di gunakan untuk membodohi masyarakat dengan cara membagi-bagikannya kepada masyarakat untuk membuat anggota DPR saat ini populer sehingga nantinya mereka dapat terpilih kembali karena politik uang bukan karena kinerjanya.

Kami tidak ingin anggota DPR menjadi populer karena uang yang mereka miliki, yang sejatinya uang tersebut adalah uang masyarakat. Seharusnya dana tersebut dapat di gunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. kami menginginkan aggota DPR menjadi populer karena kinerjanya bukan karena uang suap yang di bagi-bagikannya kepada masyarakat.

Demikian tulisan singkat kami tentang parahnya mental anggota DPR RI. Semoga bermanfaat

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top