0
Orang Kaya Dermawan Masuk Surga - Alkisah, tersebut lah sebuah kisah dari para alim ulama. Sebuah cerita tentang kehidupan yang akan di nikmati setiap hamba untuk selama-lamanya. Apakah dia akan berada di dalam surga atau tinggal di neraka untuk selama-lamanya.

Kisah ini menceritakan tentang sosok-sosok hamba yang terlebih dahulu di perkenankan ALLAH SWT untuk memasuki surgaNya. Di suatu ketika ketika perhitungan amal manusia sejak zamannya nabi Adam AS hingga nabi Muhammad SAW terjadilah suatu percakapan antara malaikat penjaga pintu surga dengan seorang hamba.
Orang Kaya Dermawan Masuk Surga
Malaikat : "Wahai, Ahli ibadah. Dengan rahmat ALLAH SWT dan perantaraan ibadahmu, aku di perintahkan untuk memasukkanmu ke dalam surga dari pintu manapun yang kamu suka. Hidupmu akan kekal di dalamnya. Silahkan masuk dengan memuji nama TuhanMu" 

Dengan kerendahan hati hamba tersebut menjawab

Ahli Ibadah : "Wahai, Malaikat. Atas rahmat ALLAH SWT aku di perkenankan untuk memasuki surgaNya. Aku sangat bersyukur untuk itu. Namun demikian, aku merasa belum merasa pantas dan berhak untuk memasuki surgaNya itu. Guruku yang lebih pantas dan tepat untuk memasukiNya terlebih dahulu"

Malaikat menjawab

Malaikat : "Mengapa demikian, wahai Ahli Ibadah. Apa yang menyebabkan kamu merasa bahwa gurumu adalah orang yang tepat dan berhak untuk memasuki surgaNya terlebih dahulu?"

Ahli ibadah : "Dengan rahmat ALLAH SWT aku dapat menjalankan ibadah dengan baik dan khusuk, namun untuk dapat ibadah dengan baik tersebut terlebih dahulu aku mempelajarinya dari guruku. Tanpa bimbingan beliau aku tidak mungkin dapat beribadah dengan baik. Hal itulah yang membuatku mempunyai penilaian bahwa Guruku lebih pantas untuk terlebih dahulu memasuki surgaNya"

Malaikat : "Baiklah jika demikian"

Ahli ibadah pun di minta untuk menunggu di suatu tempat. Tak lama berselang malaikat penjaga Surga memanggil 'Alim, pemilik ilmu, seorang hamba yang memiliki kedalaman ilmu agama yang tinggi.

Malaikat : "Wahai orang yang berilmu. Aku memanggilmu untuk memberitahukan kepada mu, bahwasanya atas berkat rahmat ALLAH SWT dan berdasarkan pendapat dan informasi Ahli ibadah yang telah menolak hak nya untuk masuk surga terlebih dahulu. Maka engkau berhak untuk terlebih dahulu memasuki surgaNya. Atas apa yang Ahli Ibadah sampaikan bahwasanya ia dapat melakukan ibadah dengan baik karena adanya Engkau yang telah mengajarkannya. Oleh karenanya kami persilahkan engkau untuk memasuki surga dari arah pintu manapun yang kamu inginkan"

Dengan sikap tawadhu' nya yang tinggi, sang 'Alim menjawab

"Alim : "Wahai Malaikat. Dengan berkat rahmat ALLAH SWT dan keikhlasan sang Abid yang telah menyerahkan hak nya kepadaku, aku mengucap syukur alhamdulillah. Namun demikian aku merasa diriku belum lah cukup pantas untuk menerima kehormatan ini. Dahulu aku adalah seorang hamba yang miskin papa, tidak lah mungkin aku dapat memiliki ilmu agama sehingga aku dapat mengajarkannya kembali kepada sang Abid jika aku dahulu tidak pernah belajar. Dan perlu engkau ketahui wahai malaikat, beliau lah yang membiayai pelajaran ku hingga seleesai sehingga aku dapat seperti sekarang ini. Oleh karena nya aku menilai bahwa seseorang yang berhak untuk terlebih dahulu untuk memasuki surgaNya adalah beliau yang telah menafkahkan sebagian rizki yang ALLAH telah berikan untuk hamba-hamba lainnya yang ingin belajar"

Malaikat menjawab

malaikat : ' Baiklah jika demikian"
 
Singkat cerita, surga yang seharusnya di tempati terlebih dahulu oleh Ahli ibadah namun di tolak. Kemudian menjadi milik sang pemilik ilmu namun di tolak juga akhirnya menjadi milik seorang kaya, pemilik harta dan dermawan. Semoga bermanfaat
Jangan lupa simak juga Artikel Kedua Ratus Blog  Pribadi

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top