0
Warung nasi uduk langgananku - Salah satu makanan favoritku adalah nasi uduk. Beberapa tempat nasi uduk pernah kami datangi untuk membeli uduk. Baik untuk sekedar makan pagi atau makan malam ketika ingin menikmati menu makanan lain.

Salah satu warung nasi uduk langgananku di pagi hari tempat nya tidak lah jauh dari tempat tinggalku. Warung yang menjual nasi uduk enak ini terletak di kota ku Bandar Lampung.

Nasi uduk langgananku ini rasa nya relatif cukup enak jika di bandingkan dengan penjual nasi uduk lain yang jarak nya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. 


Harga untuk satu porsi nasi uduk dengan ukuran standar sangat murah. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 3.000,- (Tiga Ribu Rupiah) saja nasi uduk yang enak ini telah dapat kita nikmati. 

Dengan hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 3.000,0 (Tiga Ribu Rupiah) sebungkus atau seporsi nasi uduk telah mendapatkan tambahan lauk irisan tempe goreng pakai tepung atau bakwan 2 buah.

Nasi uduk yang di buat dari beras yang pulen, rasa yang gurih dan enak, sambal yang pedas di tambah sedikit rasa manis menambah rasa nikmat nasi uduk ini.

Warung tempat jualan nasi uduk langgananku tersebut sangat sederhana, Anda dapat mengetahui warung nasi uduk di maksud secara persis dengan melihat foto di atas,  bahkan terkesan apa adanya.

Hanya sebuah tempat yang terdiri atas bangunan sederhana tidak permanen yang terletak di depan rumah beliau di pinggir jalan lingkungan di sebuah perkampungan yang tidak terlalu padat. 


Pernah kami menanyakan kepada penjualnya, kami biasa menyapanya dengan panggilan Ibu atau Bude,  tentang resep apa yang sekiranya membuat beliau mampu untuk menjual harga uduk nya dengan harga hanya Rp. 3.000,- (Tiga Ribu Rupiah) saja.

Kurang lebihnya beliau menjawab hanya mengambil untung sedikit dan beras di peroleh langsung dari penggilingan beras, yang kebetulan tidak jauh dari rumah beliah, sehingga mampu mendapatkan harga beras dengan cukup murah.

Untuk di ketahui ada tempat jual nasi uduk lain yang jarak nya juga tidak terlalu jauh dari rumah kami,   tepatnya tidak jauh dari salah satu Masjid di lingkungan kami.

Warung nasi tersebut menjual nasi uduk nya seharga Rp. 5.000,- (Lima Ribu Rupiah untuk satu porsinya. Setelah kami mencoba membelinya di sana ternyata rasa nasi uduknya masih kurang enak di bandingkan dengan nasi uduk langganan kami. Setidaknya menuru ukuran lidah kami. hehe

Beliau mengatakan bahwa modal terbesar untuk berjualan nasi uduk adalah beras dan beras itu beliau dapatkan dari penggilingan dekat rumah. Dengan dekatnya harga tempat pembelian beras dan dari tangan pertama beliau mampu mendapatkan harga beras yang relatif murah dengan kualitas beras yang cukup tinggi. 

Menurut kami kualitas beras nasi uduk yang beliau jual setara dengan kualitas beras premium yang biasa kami makan di rumah.

Ternyata dengan kualitas nasi uduk yang baik dan rasanya yang enak serta pelayanan yang ramah ini lah yang membuat tempat jualan nasi uduk langganan kami ini laris manis.

Hal tersebut mungkin yang membuat nasi uduk jualan beliau terasa enak, gurih, pulen dan nikmat. Sehingga kami menjadikan tempat jualan uduk ini menjadi tempat langganan kami membeli uduk di pagi hari ketika kami ingin menikmati makanan selain roti.

Biasanya tidak sampai 2 jam seluruh nasi uduk, lontong dan makanan kecil lainnya yang di jual di warung nasi uduk sederhana ini habis tak tersisa setiap harinya.

Ya, tempat jualan nasi uduk tersebut tidak jauh dari rumah beliau dan tempat penggilingan padi.

Sebagaimana rumah kami yang juga tidak jauh dari areal persawahan yang cukup produktif walaupun tidak terlalu luas. Hingga kami masih mampu mendapatkan udara  yang cukup segar.

Demikian artikel tentang nasi uduk langganan ku ini kami buat. Semoga bermanfaat

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda di bawah ini. Salam..

 
Top