0
Sampai artikel ini kami tulis permasalahan listrik dan solusinya serasa masih belum jelas. Pemerintah seakan kesulitan untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan listrik yang masih terjadi hingga saat ini.

Beberapa bulan ini kembali sering terjadi mati lampu. Listrik byar pet seakan menjadi sesuatu yang biasa terjadi di kota kami.

Di daerah kami, kota Bandar Lampung, mati lampu sudah seperti minum obat saja layaknya, sehari bisa mati sebanyak 3 kali. Beberapa jam mati, hidup kembali dan kembali lagi mati.


Hal ini jelas sangat merugikan produktivitas masyarakat. Seorang penjual nasi uduk misalnya akan mengalami kendala untuk mengolah makanannya di malam hari jika di waktu malam itu mati lampu terjadi. 

Seorang karyawan akan terhambat kerjanya jika di pagi hingga sore hari lampu mati. Produktivitas jelas berkurang jika mati lampu sering terjadi tanpa adanya kepastian waktu hidup dan matinya lampu PLN.

Potensi kerugian ekonomi masyarakat secara umum dan beragam usaha yang mengandalkan tenaga listrik PLN untuk dapat berjalan akan semakin besar jika permasalahan listrik masih sering terjadi dan belum ada solusi.

Belum lagi adanya potensi kerusakan alat-alat elektronik yang akan terjadi, bahkan ini sudah cukup banyak yang terjadi. 

Jelas hal seperti ini sangat merugikan kepentingan masyarakat luas. 

Dalam cakupan yang lebih luas lagi sering nya mati lampu ini akan mengurangi produktivitas masyarakat secara nasional.

Kami pribadi tidak habis fikir mengapa permasalahan mati lampu ini masih saja sering terjadi. 

Dari waktu ke waktu sejak era reformasi mati lampu sering terjadi. Entah apa sebenarnya yang terjadi.

Kejadian seperti ini, seingat kami, terjadi sejak era pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai saat ini di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo belum juga dapat teratasi secara maksimal.

Kami merasa permasalahan mati lampu ini sedikit teratasi ketika pimpinan PLN di jabat oleh Pak Dahlan Iskan. 

Ketika di jabat beliau mati lampu sepertinya tidak sering terjadi seperti saat ini. Apa yang menjadi penyebab hal ini tidak dapat di tindak lanjuti? Kami belum mengetahui pasti.

Khusus untuk kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung sejatinya telah memiliki pembangkit listrik sendiri yakni PLN Tarahan. 

Namun dari sumber yang kami dapat ternyata aliran listrik ke kota Bandar Lampung dan Propinsi Lampung masih di dapatkan dari daerah Propinsi Sumatera Selatan. Mengapa dapat terjadi hal demikian??

Jika hal ini benar yang terjadi, lalu apa gunanya ada pembangkit PLN Tarahan? Apa sebenarnya yang terjadi di sana? Apa yang menyebabkan hingga hari ini lampu masih sering mati?? Korupsi kah yang menjadi penyebab nya atau hal lain???

Jika permasalahan listrik belum juga di temukan solusinya kami kira produktivitas yang di harapkan lebih baik tidak akan dapat terjadi.

Semoga pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo dapat segera mengatasi permasalahan listrik yang akibatkan sering matinya lampu yang cukup krusial ini tidak lagi sering terjadi.

Hal yang cukup penting bagi tumbuhnya produktivitas masyarakat ini semoga dapat menjadi perhatian segenap petinggi negeri.

Jangan sampai masyarakat memiliki penilaian, Ada atau tidak adanya presiden dan pemerintahan masyarakat tidak mengalami perubahan ke arah lebih baik. Semoga hal ini tidak terjadi.

Demikian opini kami tentang permasalahan listrik dan solusinya. Semoga bermanfaat

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda di bawah ini. Salam..

 
Top