0
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwasanya pada tanggal 9 Desember 2015 yang akan datang pemilihan kepala daerah serentak secara nasional jilid 1 akan di mulai. Berbagai daerah mulai dari tingkatan Propinsi, Kabupaten dan Kota di berbagai wilayah di indonesia akan mengikuti pilkada bersama yang baru di mulai pertama kali ini.

Untuk wilayah propinsi Lampung tingkatan Propinsi tidak ada yang mengikuti pilkada serentak nasional. Namun untuk tingkatan Kabupaten dan Kota lebih dari 50 % dari jumlah Kabupaten dan Kota yang ada di Propinsi Lampung mengikuti pilkada jilid 1 ini. 

Kabupaten dan Kota di propinsi Lampung yang mengikuti pilkada serentak secara nasional ini berjumlah 8. Terdiri dari Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesisir Barat, Pesawaran dan Waykanan.
Pilkada Jilid 1 dan Pernak-pernik nya
Beberapa daerah yang akan mengikuti pilkada nasional bersama jilid 1 ini ada beberapa wilayah yang terindikasi persaingan tidak sehat di antara para kandidatnya. Cukup banyak rumor yang beredar di masyarakat tentang keterlibatan pasangan calon kepala daerah di daerah tertentu yang melakukan hal-hal tidak etis untuk memenuhi ambisinya.

Rumor menyatakan hal ini cukup banyak di lakukan oleh para calon kepala daerah incumbent atau petahana di mana calon kepala daerah tersebut tadinya adalah seorang Walikota/Bupati atau Wakil Walikota/Wakil Bupati yang kemudian mencalonkan diri kembali.

Rumor adanya persaingan tidak sehat tersebut terlihat seperti adanya pengkondisian sejumlah KPUD, Komisi Pemilihan Umum Daerah, PPK, Panitia Pemilihan Kecamatan dan PPS, Panitia Pemungutan Suara di tingkat Kelurahan/Desa untuk dapat di gunakan dalam pemenangan salah satu calon Kepala Daerah yang sedang bertarung.

Lebih miris lagi adanya rumor upaya melakukan kekerasan fisik secara langsung maupun tidak langsung kepada pasangan calon kepala daerah yang di lakukan oleh calon kepala daerahnya. lainnya Sungguh sesuatu yang sangat di sesalkan jika rumor tersebut nyata adanya.

Sebagaimana bisnis tetap harus menjalankan nya dengan segenap sikap etika yang baik. Sudah selayaknya politik pun memberikan pelajaran yang baik bagi masyarakat. Terlebih lagi proses demokrasi yang akan berlangsung nanti adalah untuk kepentingan segenap masyarakat.

Pemilihan kepala daerah seyogyanya adalah sebagai salah satu sarana demokrasi bagi rakyat bagi kepentingan daerah dan masyarakat. Jangan sampai di cederai dengan tindakan yang tidak positif oleh para calon pemimpin di daerah yang bersangkutan. 

Harapan kami rumor tersebut tidak lah benar. Semoga para calon kepala daerah yang bertarung untuk mendapatkan kursi Bupati atau Walikota dapat menjadikan pencalonannya tersebut sebagai pembelajaran demokrasi yang sehat bagi masyarakat di daerahnya.

Harapan kami calon-calon pemimpin tersebut dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat di daerahnya. Setelah terpilih nanti mereka akan berbuat yang terbaik demi membangun daerah dan kesejahteraan masyarakatnya lebih baik lagi.

Demikian artikel singkat kami tentang pilkada jilid 1 dan pernak-pernik nya. Semoga pilkada nasional jilid 1 dan pernak-perniknya ini dapat berjalan dengan baik dan kelak dapat menghasilkan pemimpin yang lebih baik lagi. Aamiin..

Posting Komentar Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top