0
Dalam hidup ini kita mempunyai segudang pengalaman dan cerita hidup dari mulai kita lahir hingga nanti kita akan kembali kepada pencipta kita. Satu persatu kita ukir menjadi sebuah cerita yang tak akan pernah habis kalau di ceritakan dari awal hingga sekarang, dari mulai kita mulai merangkak mulai berbicara mulai berdiri lalu masuk Taman Kanak Kanak kemudian Sekolah Dasar,

Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Kuliah hingga tiba saatnya kita bekerja dan mulai mengukir hidup kita sendiri. Tapi pernahkah terlintas di benak apa yang sebenarnya mereka rasakan ketika berada jauh dari rumah? Berada jauh dari keluarga? Berada jauh dari lingkungan tempat mereka berasal?

Artikel kali ini akan mengupas sedikit tentang Keluh Kesah, Susah Senang, Sedih Bahagia yang do rasakan ketika menjadi seorang anak perantauan. Ketika sebuah keputusan di ambil untuk meninggalkan kampung halaman demi mencapai sebuah tujuan maka jelas itu adalah sebuah langkah maju yang di ambil seseorang demi mencapai tujuan masing-masing.


Namun taukah Anda bahwa saat memutuskan untuk merantau merupakan keputusan terberat dalam hidup? Melangkahkan kaki pertama kali keluar dari rumah untuk meninggalkan keluarga, meninggalkan segala rutinitas yang biasa kita lakukan di rumah dengan teman-teman dan saudara, meninggalkan pacar, istri atau anak.

Meninggalkan semua yang kita punya di rumah namun mungkin sebagian kita bawa sebagai pendukung untuk mencapai tujuan tersebut, mungkin istilah trend sekarang adalah "Out from Comfort Zone" keluar dari Zona Nyaman.

3 Alasan Merantau Dan Suka Dukanya 


1. Menuntut Ilmu
Ada pepatah mengatakan "Tuntulah ilmu sampai ke negeri china". Yang artinya bahwa jika seseorang ingin menuntut ilmu maka dia harus "keluar" dari rumahnya. Bahwa dalam menuntut ilmu di perlukan perjuangan, waktu dan kesabaran. Dari mulai Sekolah Menegah Pertama, Kuliah, Pasca Sarjana, dan mungkin ambil gelar tertentu.

2. Tuntutan Profesi 
Pepatah mengatakan "Kerjakanlah urusan dunia mu seakan kamu hidup selamanya. Kerjakan pula urusan akhiratmu seakan esok atau lusa kamu akan meninggalkan dunia". Dari pepatah bijak ini telah memberikan isyarat bahwa urusan mencari rejeki harus terus di upayakan dengan jalan yang baik secara maksimal.

Carilah di manapun rezeki itu karena mungkin akan turun dari langit atau keluar dari bumi. Sebagian orang di tuntut oleh profesinya untuk berdiam di suatu tempat dalam waktu yang cukup lama karena di bawah sumpah atau berdasarkan kontrak kerja.

3. Memulai Hidup Yang Baru
Mungkin sebagian orang berpendapat akan memulai hidup yang baru di tempat baru. Alasan nya boleh jadi untuk mengganti suasana atau mungkin jenuh dengan kepadatan aktifitas dan suasana di tempat asal.

Masih banyak lagi tujuan tujuan lain daripada merantau. Namun pada intinya merantau adalah sesuatu yang menjadi pilihan bahkan menjadi suatu keharusan bagi setiap orang. Bagaimana Anda? Pasti punya tujuan dan alasan jika Anda dalam perantauan saat ini.

Kami merangkum berbagai Keluh Kesah, Susah Senang, Sedih Bahagia dalam artikel sederhana ini. Sedikit menceritakan bagaimana kisah pernatau dan apa yang di rasakan.

Suka Duka Merantau 

Menemukan Hal Baru 
Sebagai seorang perantau yang berada jauh dari kampung halaman, kita akan menemukan sebuah lingkungan baru, tempat tinggal baru, suasana baru dan mengenal orang-orang baru di perantauan.

Bercerita tentang lingkungan baru dan mengenal orang baru, mungkin untuk sebagian orang yang pertama adalah tempat tinggal baru. Beragam tempat yang bisa di jumpai mulai dari rumah saudara, Kontrakan atau mungkin Kos Kosan.

Merasa Terasingkan
Pernahkah Anda merasa diri terasingkan? Karena perbedaan bahasa, perbedaan budaya, perbedaan tata krama, dan perbedaan perbedaan lainnya. Sulitnya beradaptasi yang pertama adalah karena perbedaan bahasa. Hal ini dapat terjadi ketika kita merantau jauh berbeda kota, berbeda pulau, atau bahkan berbeda negara.

Ketika menjadi minoritas di suatu tempat menjadi sebuah tekanan yangg cukup sulit untuk di jalani. Menjadi minoritas di suatu tempat bukan sesuatu yg mudah karena kita harus secepatnya beradaptasi karena jika tidak orang akan menggangap kita berbeda karena kita tidak beradaptasi.

Komunikasi
Tak bisa di pungkiri lagi kalau saat ini kita telah memasuki jaman modern. Suatu zaman di mana semua serba canggih dan serba mudah. Kemajuan teknologi adalah sebuah keajaiban dan sebuah anugrah untuk semua orang sebagai pengguna terutama untuk seorang perantau.

Berbagai alat komunikasi di tawarkan untuk dapat membantu memudahkan berkomunikasi dengan siapapun yang jauh nan di sana. Dari mulai Telpon, SMS, Email, beragam social media, bahkan kini sudah ada Video Call untuk dapat bertatap muka walau jarak memisahkan.

Keterbatasan jarak dan waktu yang mengharuskan para perantau untuk dapat menggunakan berbagai alat komunikasi walau hanya untuk sekedar memberikan kabar bahwa kami baik baik saja di perantauan.

Setelah lepas dari semua rutinitas selama di perantauan, kita akan menghabiskan waktu untuk tetap menjalin komunikasi secara intens ke kerabat keluarga dan sanak saudara. Tidak peduli bagaimanapun lelahnya rutinitas yangg di jalani, akan selalu ada waktu untuk dapat berkomunikasi dengan kampung halaman walau hanya sekedar update status bagaimana keadaan kita disini.

Religius
Disaat seperti inilah kita akan mulai melihat sisi realigi seseorang di uji untuk selalu berusaha mendekatkan diri kepada sang pencipta. Kesadaran kita terhadap jauhnya kita kepada sang pencipta menimbulkan suatu keyakinan bahwa kita tidak sendiri. Allah SWT akan selalu bersama kita setiap saat karena tanpaNya kita akan merasa selalu kesepian.

Perbedaan agama dan keyakinan membuat kita semakin bijaksana karena adanya toleransi antar umat beragama. Di saat kita umat Islam melaksanakan ibadah puasa, umat agama lain mempunyai toleransi untuk menjauhkan kita dari godaan-godaan yang selalu ada dimana mana.

Mandiri 
Sebagai seorang perantau sejati, ini merupakan sebuah kewajiban yg harus dilakukan. Karena tidak mungkin kita harus kembali ke kampung halaman karena apa yang kita makan tidak cocok dengan selera kita, karena kita tidak terbiasa untuk mencuci baju kita sendiri, atau karena kita tidak cocok dengan lingkungan sekitar kita.

Semua harus kita lakukan sendiri, semua harus serba MANDIRI. Hampir setiap urusan di kerjakan sendiri. Disinilah sisi positif yang akan berkelanjutan di kehidupan seseorang, dengan terbiasanya kita melakukan semua sendiri akan membuat kita tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Menghabiskan Waktu Luang 
Banyak cara untuk menghabiskan waktu, setiap orang punya cara tersendiri untuk mengisi waktu luang mereka masing masing. Beberapa contoh yaitu dengan mendengarkan musik atau bahkan menciptakan lagu sendiri, sekedar Hangout dengan teman-teman terdekat.

Menghabiskan waktu untuk beristirahat karena rutinitas yang padat merayap, berkomunikasi dengan seseorang dalam waktu yg lama, menghabiskan waktu dengan hiburan misal Tv, menonton film sepanjang hari, atau mungkin bermain Video Game dan lain sebagainya. Karena biasanya saat kita sedang tidak dalam kegiatan rutinitas kita seperti biasa, kita akan menemukan sebuah titik kejenuhan karena berada jauh dari kampung halaman maka menghabiskan waktu luang dengan kegiatan positif di luar aktifitas kerja adalah sesuatu yang idelanya harus di lakukan..

Untuk menghindari "HomeSick" menyerang, kita harus bisa menemukan kegiatan untuk mengisi waktu luang kita sekaligus untuk dapat mempertahankan mood supaya saat kembali ke rutinitas sudah kembali fresh dan siap melakukan rutinitas dengan baik.

Sosok Yang Menunggu Kepulangan
Sosok yang Menunggu Kepulangan ini menjadi bagian yang paling menarik. Apalagi jika sosok yang menunggu kepulangan kita dari rantau tersebut adalah seseorang yang sangat kita kasihi seperti orang tua, Ibu, Bapak, Istiri dan Anak. Bukan hanya sekedar pacar.

Semua rasa yang telah kita alami akan segera terbayar saat kita menginjakkan kaki kembali ke kampung halaman dan tentunya kembali ke rumah yang hangat. Rasanya semua rasa lelah, jenuh dan stress kita hilang seketika saat kita jumpa dengan orang-orang yang kita sayangi.

Kesimpulan dari apa yang kami sampaikan adalah bahwa Merantau bukan sesuatu yang dapat di pandang sebelah mata. Di balik perjuangan keras pasti akan ada hasil yang memuaskan.

Merantau bukanlah sesuatu yg harus di takuti ataupun di segani. Merantau adalah sesuatu tantangan terbesar dalam hidup. Karena merantau akan membuka segala pikiran dan wawasan bahwa dunia itu luas dan masih banyak hal hal yang belum kita jumpai bahkan kita rasakan sebelumnya yang mungkin nanti dapat kita bagikan kepada anak cucu kita.

Demikian artikel sederhana tentang 3 alasan merantau dan suka dukanya. Semoga bermanfaat

Post a Comment Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top