0
Keren! Mahasiswa Indonesia jadi Imam Tarawih di Libanon. Hal seperti ini, nih yang mestinya di tiru oleh segenap pemuda dan pemudi di Indonesia. Mampu utnuk berbuat sesuatu yang terbaik tidak saja hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk Agama, keluarga dan bangsa.

Sebagai kota yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Islam Sunni, Ramadan di Tripoli, Libanon tampak sangat meriah dengan hadirnya lampu-lampu yang berjajar di pinggir-pinggir jalan. Lampu-lampu yang bersinar terang di malam hari ini hanya terdapat di Bulan Ramadan saja, sehingga Kota Tripoli tampak lebih cerah dengan berbagai tradisi lokal untuk mengisi bulan yang bertepatan dengan turunnya Al Quran ini.

Di salah satu sudut kota, tepatnya di Masjid Al Khoirot, ibadah salat tarawih menjadi ibadah sunah yang rutin dilakukan di bulan Ramadan. Namun ada yang berbeda lantaran imam rutin ibadah salat tarawih itu merupakan seorang berkewarganegaraan Indonesia.


Adalah Fitrah Alif Tama seorang pemuda yang berasal dari Palembang. Dia menjadi imam rutin ibadah salat tarawih di dua masjid di Kota Tripoli yaitu di Masjid Al Khoirot dan Masjid Jinan.

"Pemuda ramah yang akrab disapa Bang Alif Putra pasangan Bapak Yuli Suryadi dan Ibu Emi Hartati ini setiap minggunya mendapatkan jadwal untuk mengimami salat tarawih di Masjid Al Khoirot dan Masjid Jinan," ucap Kepala Fungsi Politik dan Penerangan KBRI Beirut, Meugah Suriyan Sanggamara.

Masjid Al Khoirot adalah masjid yang terletak di Jalan Islah yang dapat menampung sekitar seribu jamaah. Jamaah masjid ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama, akademisi, remaja, anak-anak bahkan pedagang serta para lansia.

Berbeda dengan Al Khoirot, Masjid Jinan yang terletak di jalan Abi Samro, Tripoli ini memiliki jamaah yang mayoritasnya para mahasiswa karena memang terletak di dalam kompleks Universitas Jinan.

Fitrah Alif Tama saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Syariah Universitas Tripoli, Lebanon. Pemuda berusia 19 tahun yang telah hafal seluruh ayat Al-Quran sebanyak 30 juz (hafidz) ini merupakan jebolan Pondok Pesantren Darul Qur'an binaan Ustaz Yusuf Mansur. Ketika bertindak menjadi imam, Alif selalu mengenakan pakaian khas Indonesia dengan peci hitam, baju koko dan sarung.

Duta Besar RI untuk Libanon Achmad Chozin Chumaidy menyambut baik prestasi yang diraih salah satu putra terbaik bangsa ini. Dubes Chozin juga mengajak seluruh mahasiswa Indonesia di Libanon sebagai bagian dari duta bangsa Indonesia di luar negeri untuk dapat lebih berprestasi, baik itu bidang akademik maupun kemasyarakatan untuk turut mengharumkan nama baik Indonesia di mata dunia.

Demikian kisah tentang mahasiswa Indonesia yang jadi imam tarawih di Libanon. Jika di rasa bermanfaat bantu share agar orang lain dapat mengetahui tentang informasi ini. Terima kasih

Post a Comment Blogger

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tulis komentar Anda yang berkaitan dengan artikel

 
Top